Pengantar Penulis
Tugas mulia yang diemban ayah dan bunda mengasuh anak, merupakan amanah dari Allah SWT dan Rasulullah SAW. Kepadamu duhai ayah dan bunda, disampaikan amanah Allah SWT melalui Al-Quran dan arahan Rasulullah Muhammad SAW.
Dalam Al-Quran, Allah SWT menyampaikan amanah melalui beberapa ayat berikut :
1. “Wahai anakku, tegakkanlah salat dan suruhlah (manusia) berbuat yang makruf dan cegahlah (mereka) dari yang munkar serta bersabarlah terhadap apa yang menimpamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang (harus) diutamakan.”(QS. Luqman 17)
2. “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat” .
(QS.Al-Mujadalah 11)
3. “Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat”. (QS. Asy-Syu’ara 214)
Rasulullah Muhammad SAW menyampaikan amanah pengasuhan anak melalui beberapa hadist berikut:
1. “Setiap kalian adalah pemimpin dan akan bertanggungjawab atas kepemimpinannya”
(HR. Bukhari dan Muslim)
2. “Tiada suatu pemberian yang lebih utama dari orang tua kepada anaknya selain pendidikan yang baik”
(HR. Al-Hakim)
Dalam konteks regulasi bernegara, Pemerintah Republik Indonesia mengemban amanah pendidikan sesuai dengan UU No. 20 Tahun 2003. Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab (Pasal 3 UU No. 20 Tahun 2003).
Sebagai sumbangsih bagi orang tua, guru dan masyarakat pendidikan, penulis mempersembahkan lagu dengan judul Jalan Tuk Berlayar dan Rezeki Cinta Ilahi. Lagu berjudul Jalan Tuk Berlayar bercerita tentang inspirasi membangun peradaban mulia dan bermartabat. Lagu berjudul Rezeki Cinta Ilahi berkisah tentang uluran kasih sayang, kesabaran dari ayah dan bunda serta rezeki cinta Ilahi yang dibutuhkan oleh seorang anak.
Deskripsi Buku
Program untuk menginjeksikan 7 Kebiasaan Baik Anak Indonesia Hebat yang digagas oleh Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah membutuhkan konsistensi yang memerlukan dua dukungan lingkungan sekaligus, yakni lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah. Tanpa dukungan spesifik, program ini “dijamin gagal total”. Sebab, suatu kebiasaan yang sudah diupayakan berulang-ulang akan mudah roboh jika lingkungan tidak mendukung. Itu sebabnya, lingkungan perlu dikondisikan agar kebiasaan baik menjadi bermekaran.
Manusia adalah makhluk yang bergantung pada situasi. Riset “Stanford Prison Experiment” yang dilakukan Philip Zimbardo pada tahun 1971 menemukan bukti jelas. Hasil riset menunjukkan bahwa lingkungan menjadi faktor penting yang menentukan apakah seseorang berperilaku baik atau buruk.
Buku ini hadir untuk membuka ruang kesadaran bagi sekolah dan keluarga untuk berpartisipasi aktif dalam kolaborasi hebat agar niat mulia melahirkan generasi emas 2045 bukan sekadar wacana. Ada tiga hal utama yang akan kita dapatkan dalam buku ini: [1] alasan mendasar melakukan 7 kebiasaan baik Anak Indonesia Hebat [2] bagaimana cara orang tua berperan serta membangun kebiasaan baik itu, dan [3] inspirasi dan motivasi untuk saling berkolaborasi.
